Showing posts with label ibadah. Show all posts
Showing posts with label ibadah. Show all posts

Tuesday, September 24, 2013

SELAMAT DARI SIKSA KUBUR BERKAT SURAT AL MULK



Assalamu'alaikum wr. wb.

Kisah teladan islami kali ini dengan kisah jenazah di alam kubur.
Setelah jenazah dimakamkan, hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi, dia akan mendapat nikmat kubur atau siksa kubur. Nah, salah satu yang bisa menyelamatkan siksa kubur ini adalah Surat Al Mulk. Jadi setiap orang yang rajin membaca surat Al Mulk maka dia nantinya akan selamat dari siksa kubur.
Bagaimana kisahnya, apakah ada yang sudah pernah mengalami. Tentunya berbagai riwayat dan hadits yang mengisahkan.



Berikut Kisahnya.
Setiap orang akan mengalami yang namany mati, yaitu berpisahna ruh dari tubuhnya, ia kan berada di alam Barzakh atau alam kubur. Dan alam kubur ini adalah salah satu fase yang harus dialami oleh setiap ruh manusia.

Adalah Sayid Sabiq dalam kitabnya Al Aqaidul Islamih menyatakan bahwa alam kubur adalah lebih luas daripada alam dunia. Perbandingannya antara alam kubur dan alam dunia adalah sebagaimana berpandingan antara alam dunia sekarang dengan alam kandungan ibu.

Selama seseorang berada dalam alam kubur, maka ia akan merasakan berbagai macam peristiwa di dalam kuburnya. Mulai dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir hingga pada siksa dan kenikmatan kubur.

RUMAH FITNAH.
Syekh Al Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyatakan bahwa kubur dapat berkata kepada si mayit.
Rasulullah SAW bersabda,
"Kubur itu berkata kepada si mayit ketika mayat itu dimasukkan ke dalamnya. 'Kasihan engkau wahai anak Adam! Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku? Apakah engkau tidak tahu bahwa aku ini rumah fitnah, rumah gelap, rumah terpencil dan rumah ulat? Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku, karena engkau melewati aku dengan sikap fadzdzadz yaitu maju selangkah dan mundur (sikap ragu-rahu)."

Dari Abdullah bin Ubaid bin Umar ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda bahwasanya mayat itu duduk dan mendengar langkah pengunjungnya. Maka tiada sesuatu yang berkata kepada mayat selain kuburnya yang berbicara,
"Kasihan engkau wahai anak Adam! Bukankah engkau telah diperingatkan tentang aku, sempitku, huru-haraku dan ulatku? Maka apakah yang kamu persiapkan untukku?"

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebut salah satu yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur adalah Surat Al Mulk. Orang yang semasa hidupnya selalu membaca Surat Al Mulk akan selamat dari siksa kubur.

SABDA Rasulullah SAW.
Pernah suatu ketika sahabat Rasulullah SAW mendirikan kemahnya di atas kuburan, akan tetapi sahabat tersebut tidak menyadari bahwa ia berda di atas tanah kuburan. Sahabat itu tiba-tiba saja mendengar dari kubur suara manusia yang sedang membaca surat Al Mulk. Suaranya sungguh merdu dan enak didengar hingga suara itu telah mengkhatamlam surat Al Mulk.

Ketika Rasul SAW datang, sahabat bertanya,
"Aku telah mendengar seseorang sedang membaca surat Al Mulk dengan jelasnya dari dalam kubur."
Rasulullah SAW bersabda,
"Dialah yang menghalangi, dialah yang menyelamatkan, dapat menyelamatkan dari siksa kubur."

Mengenai fadhilah atau keutamaan dari membaca surat Al Mulk ini, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya ada sat surat yang terdiri dari 30 ayat, surat itu dapat membela orang yang selalu membacanya hingga ia diampuni, yaitu Tabarakalladzi biyadihil mulk."

Surat Al Mulk adalah surat ke-60, terdiri dari 30 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyah.
Ayo sahabat yang seiman, mumpung masih ada waktu segera usahakan membaca surat Al Mulk setiap hari, karena begitu besar khasiatnya di alam kbur nanti.

Berikut Surat Al Mulk 67: 1-30:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ١
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ٢
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ ٣
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ٤
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ٥
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ٧
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ٨
قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ ٩
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ١٠
فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ ١١
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ١٢
وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ١٣
أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ١٤
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ١٥
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ١٦
أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ١٧
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ١٨
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ ١٩
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلا فِي غُرُورٍ ٢٠
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ٢١
أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمْ مَنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ٢٢
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ ٢٣
قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ٢٤
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٢٥
قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ ٢٦
فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ ٢٧
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٨
قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ ٢٩
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ ٣٠

Artinya:
1. Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

2. yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
3. yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4. kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam Keadaan payah.
5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
6. dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
7. apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,
8. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
9. mereka menjawab: "Benar ada", Sesungguhnya telah datang kepada Kami seorang pemberi peringatan, Maka Kami mendustakan(nya) dan Kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".
10. dan mereka berkata: "Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
11. mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
13. dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.
14. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
15. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
17. atau Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
18. dan Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka Alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
19. dan Apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang menahannya (di udara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha melihat segala sesuatu.
20. atau siapakah Dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah yang Maha Pemurah? orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
21. atau siapakah Dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
22. Maka Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
23. Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur.
24. Katakanlah: "Dia-lah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".
25. dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. dan Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
27. ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. dan dikatakan (kepada mereka) Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
28. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada Kami, (maka Kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"
29. Katakanlah: "Dia-lah Allah yang Maha Penyayang Kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah Kami bertawakkal. kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".
30. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; Maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".

Sunday, August 4, 2013

Tips Cari Kelebihan 10 Malam Terakhir Ramadhan



Bulan Ramadhan sudah hampir tiba ke penghujungnya. Wahai muslimin dan muslimat sekalian, rebutlah pahala di sepuluh malam yang terakhir ini sesungguhnya di sepuluh malam yang terakhir ini.


Pernah di malam itu al-Quran diturunkan dari Luh Mahfuz ke langit dunia, Baitul Izzah. Mukmin sejati semakin menggiatkan ibadah mereka khususnya di seluruh 10 malam terakhirnya, yakin pahala di salah satu dari malam-malam tersebut digandakan pahalanya sebanyak ibadah yang sama dikerjakan selama 1000 bulan!


Itulah malam Lailatul Qadar. Pada 10 malam tersebut, demi berebut untuk mendapatkannya, Rasulullah S.A.W mengasingkan dirinya dari isteri-isterinya, beriktikaf di dalam Masjid Nabawi, beribadah dan bermunajat kepada Allah S.W.T sambil diikuti oleh para Sahabat R.A.


Diantara ibadah-ibadah yang boleh dilakukan ialah qiamulail, puasa fardhu, berbuka, solat Tarawih, tilawah al-Quran, berdoa, zikir, istighfar, memuhasabah diri, merancang untuk amalan diri dan sebagainya.


Tips


Beberapa tips dalam merebut pahala dan kelebihan malam Lailatul Qadar :


1. Bersedia untuk merebutnya dari sekarang terutama disegi keyakinan, kesungguhan merebut peluang tahunan ini dan merancang kalender harian agar mengosongkan 10 malam-malam terakhir tersebut untuk tujuan itu semata-mata; tidak untuk kesibukan lain.


2. Memahami bahawa dimana jawatan, kedudukan dan kesibukan kita di dunia ini, tujuan utama manusia dijadikan ialah untuk beribadah kepada Allah S.W.T dengan penuh keikhlasan, bersedia untuk hari (Akhirat) yang tiada gunanya lagi harta dan anak-anak, melainkan orang yang bertemu Allah dengan hati yang sejahtera.


3. Putuskan dari sekarang masjid mana yang akan kita gunakan untuk iktikaf, siang dan malam, samada sebahagian atau 24 jam sehari. Pastikan AJK masjid tersebut memahami ibadah iktikaf dan qiyamullail 10 malam terakhir agar tidak berlaku masalah pengurusan dengan mereka yang tidak memahaminya.


4. Dapatkan teman agar sama-sama dapat melakukan ibadah tersebut secara berjemaah.


5. Jika anda bekerja di bawah majikan, kenalpasti hari-hari yang akan dimohon cuti agar dapat lebih hari untuk beriktikaf di masjid. Jika anda tidak dapat mengambil cuti kerja, anda boleh cuba berktikaf di masjid sepenuhnya dalam cuti hujung minggu pada hari Sabtu dan Ahad.


6. Jika anda seorang pelajar, cuba habiskan kerja-kerja rumah atau assignments dari sekarang agar tidak tertimbun pada 10 malam terakhir Ramadan. Beli tiket balik kampung lebih awal agar tidak disibukkan mencari tiket nanti.


7. Bersedia untuk Aidil Fitri lebih awal agar kita tidak disibukkan nanti dengan membeli belah, memasang langsir, membuat kuih-muih, menyiap atau menjahit pakaian Raya dan sebagainya seperti yang sering berlaku pada ramai orang yang kurang memahami dan menghayati kelebihan 10 malam terakhir Ramadan.


8. Memahami bahawa asas perubahan ke arah kebaikan pada seseorang bahkan pada sesebuah umat ialah pembaikan jiwa yang ada di dalam diri masing-masing. Madrasah 10 Malam Terakhir Ramadan yang bakal dilalui boleh turut membantu mencapai ke arah perubahan tersebut.


Semoga Allah mengurniakan ketaqwaan kepada kita setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan ini. Kita keluar darinya nanti dengan beroleh rahmah, keampunan dan selamat dari api neraka. Amin. Artikel iluvislam.com

Saturday, July 20, 2013

Catatan Jihad Ramadhan Dalam Sejarah Islam



Selain digelar sebagai 'bulan ibadat' dan 'bulan Al-Quran', Ramadhan juga boleh digelar
sebagai 'bulan jihad' bertepatan rentetan perang-perang jihad umat Islam yang
mewarnai bulan yang penuh mulia ini. Walaupun puasa pada zahirnya melemahkan
tubuh badan kerana menahan makan dan minum, Islam membuktikan betapa kekuatan
umat Islam yang sebenar adalah pada iman dan komitmennya terhadap perintah Allah.

Menghayati sejarah yang agung ini akan menyedarkan kita akan perlunya diteruskan
usaha dakwah dan perjuangan Islam. Puasa dan bulan Ramadhan bukannya tiket untuk mengasingkan diri dan meninggalkan kerja-kerja Islam. Apatah lagi di zaman serangan
musuh Islam bukan lagi terlihat secara mata kasar dan lebih berbentuk saraf dan
pemikiran. Kita mestilah sentiasa berwaspada dan mengatur gerakan untuk memastikan
tiada ruang-ruang yang terbuka untuk musuh menyelusup masuk.

Al-Imam Abdullah bin mubarak pernah menulis kepada sahabatnya Al-Qadhi Fudhail
Bin Iyadh yang beriktikaf di Makkah dengan meninggalkan tugas jihad ;


يا عابد الحرمين لو أبصرتنا … لعلمت أنك فى العبادة تلعب
من كان يخضب خده بدموعه … فنحورنا بدمائنا تتخضب
أو كان يتعب خيله فى باطل … فخيولنا يوم الصبيحة تتعب
ريح العبير لكم ونحن عبيرنا … رهج السنابك والغبار الأطيب
ولقد أتانا من مقال نبينا … قول صحيح صادق لا يكذب
لا يستوى غبار خيل الله فى … أنف امرىء ودخان نار تلهب
هذا كتاب الله ينطق بيننا … ليس الشهيد بميت لا يكذب


Wahai hamba yang tekun beribadat di dua tanah haram, jika kau melihat kami,
nescaya engkau akan mengetahui bahawa engkau sedang
bermain dengan ibadatmu

Sesiapa yang berlumuran air mata dipipinya,
maka tengkuk - tengkuk kami pula berlumuran darah.

Atau ada yang kudanya keletihan sia-sia,
Sedang kuda kami keletihan di pagi hari.

Kalian dipenuhi oleh bau wewangian,
Sedangkan wewangian kami adalah debu-debu nan indah yang
diterbangkan teracak kuda kejam dan gersang, serta debu.

Kami dianugerahi untaian kata Nabi kami,
Kalimat Shahih yang benar … bukan dusta.

Tak ‘kan sama, debu yang bersarang di hidung hamba Allah,
dengan asap neraka! … bukan dusta.

Inilah Kitabullah, berucap kepada kami,
Orang syahid tak pernah mati! … bukan dusta.


Renungilah catatan-catatan di bawah, semoga pulih dan bangkit kembali semangat
kita untuk bangkit mengibarkan panji Rasulullah SAW.



PERISTIWA_PERISTIWA PENTING BULAN RAMADHAN

1.Antara peristiwa berlaku pada Ramadhan ialah `Ammul Hazan' atau `tahun kedukaan'
iaitu pada Ramadan tahun ke-10 daripada kerasulan Nabi Muhammad (tahun ke-3
sebelum hijrah).

Bulan mulia itu menyaksikan kewafatan bapa saudara Baginda, Abu Talib, dan Ummul Mukminin Khadijah Khuwailid.

2.Pada tahun 1H, Rasulullah SAW menghantar Hamzah bin Abd Muttalib RA bersama
30 orang pengiring ke Saif Al-Bahr menyiasat 300 tentera Quraish yang berhimpun di
sana. Baginda juga telah memerintahkan supaya Masjid Dhirar yang dibina oleh kaum
Munafiq dirobohkan.

3.Pada tahun 2H, Zakat fitrah mula disyariatkan.

4.Pada 17 Ramadhan tahun yang sama, untuk kali pertama, berlaku peperangan Badar
al-Kubra antara kaum Muslimin dengan Musyrikin. Mengikut keterangan Ibn Hisyam, Rasulullah bersama pejuang Islam

berangkat dari Madinah menuju ke Badar pada 8 Ramadan dan pada 17 Ramadhan
berlaku peperangan Badar al-Kubra.

Perang itu menjadi titik awal kebangkitan kaum Muslimin ke atas kekuatan Musyrikin
dan kesesatannya.

5.Bulan Ramadan pada tahun kelima Hijrah pula adalah bulan persediaan tentera
Muslimin menghadapi peperangan Khandak, salah satu peperangan terbesar pada zaman Rasulullah.

Ia berlaku pada Syawal berikutnya dengan kemenangan tentera Muslimin.

6.Pada tahun 6H, Zaid bin Harithah RA dihantar ke Wadi Al-Qura untuk bertemu dengan Fatimah bt Rabiah, permaisuri di kawasan berkenaan. Pihaknya telah merompak
rombongan Zaid RA sebelum itu. Fatimah terbunuh di bulan Ramadhan semasa
berhadapan dengan tentera muslimin ini. Ramadhan 7H pula, Ghalib bin Abdullah
Al-Laithi RA mengepalai 130 gerombolan tentera Islam menentang Bani 'Awâl dan
Bani 'Abd bin Tha'lbah.

7. 10 Ramadhan 8H, Nabi SAW mula melancarkan tentera untuk membebaskan Mekah
dari kekufuran dan syirik, ekoran dari pencabulan perjanjian Hudaibiyah. 20 Ramadhan
tahun itu, Mekah akhirnya berjaya ditawan oleh tentera Nabi SAW. Peristiwa Futuh Al-
Makkah ini memberikan anjakan paradigma kepada Islam dan kekuasaannya. Sejurus
selepas itu, Baginda SAW mengutus beberapa kumpulan sahabat untuk merobohkan berhala-berhala yang terkenal pada masa itu. Khalid bin al-Walid diutus merobohkan
berhala al-‘Uza, Amr bin al-‘Ash merobohkan berhala Suwa’ dan Sa’d bin Zaid al-Asyhali
merobohkan berhala al-Manat.

8. Manakala pada bulan Ramadhan tahun 9H, Baginda SAW telah pulang bersama tentera
Islam daripada Peperangan Tabuk yang berlangsung selama 50 hari. Ia merupakan
peperangan terakhir yang disertai oleh Baginda SAW. Delegasi Tsaqif kemudiannya
bertemu dengan Nabi SAW sekembalinya Baginda SAW dari Tabuk dengan tujuan untuk menyatakan keIslaman mereka. Pada bulan itu juga Raja Himyar tiba di Madinah untuk mengisytiharkan Islam mereka. Mereka menjadi tetamu Baginda dan Baginda menuliskan beberapa panduan tentang hak dan kewajiban mereka. Catatan ini merupakan salah satu dokumen penting di dalam sejarah perundangan Islam

9. Nabi Muhammad menghantar Ali Abi Talib dan angkatan kaum Muslimin ke negeri
Yaman pada Ramadan tahun ke-10 Hijrah dan membawa bersama surat Baginda kepada penduduk di situ.

Dalam satu hari saja, penduduk Yaman khususnya kabilah Hamdan memeluk Islam dan bersembahyang jemaah dengan Ali.

Ramadhan tahun itu juga Baginda SAW telah mengasingkan dirinya selama 20 hari, tidak
10 hari sebagaimana kebiasaan yang Baginda SAW lakukan pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah petanda utama kembalinya Baginda SAW ke rahmatullah beberapa bulan berikutnya.

10. Siti Fatimah, puteri Baginda yang juga isteri kepada Saidina Ali Abi Talib dan ibu
kepada Hassan dan Hussain, wafat pada Ramadan tahun ke-11 Hijrah.

11. Satu lagi peperangan berlaku pada Ramadhan tahun ke-15 Hijrah. Dalam peperangan Qadisiah itu, orang Islam mendapat kemenangan daripada kerajaan Parsi.

Kejayaan itu memberi erti cukup besar dan membolehkan bendera kedaulatan Islam
berkibar di Parsi.

12. Tahun 53H, pejuang Arab Islam telah berjaya menakluki pulau Rudes.

13. Pada tahun 91H, Pejuang Islam di bawah kepimpinan Tariq ibn Ziyad mula mendarat di Selatan Andalus. 28 Ramadhan 92H, Tariq bin Ziyad dan tenteranya dapat mengalahkan
King Roderic of the Visigoths di dalam satu peperangan sengit.

Peristiwa yang dikenali sebagai “Futuh Andalusia” ini begitu menyemarakkan semangat perluasan empayar Islam apabila Tariq dan tentera Muslimin, berjaya menyeberangi selat
di antara Afrika dan Eropah atas perintah Musa bin Nushair penguasa Islam ketika itu.

14. Pada 1 Ramadhan 114H, Peperangan Balat Asy-Syuhada berlaku.

15. Ramadhan 132H, berakhirnya pemerintahan Bani Umaiyyah. Abu al ‘Abbas dilantik
sebagai khalifah al-‘Abbasiyyah yang pertama.

16. 6 Ramadhan 222H, merupakan tarikh pembukaan Islam di kawasan Amouriah.
Universiti Al-Azhar telah siap dibina pada Ramadhan 361H.

17. Pada 585 Hijrah, Salahuddin Al-Ayyubi mengalahkan tentera Salib dan membebaskan sebahagian besar negeri yang pernah dikuasai oleh pihak Salib (Kristian).

Ketika tiba Ramadhan, penasihat Salahuddin menyarankan beliau berehat kerana bimbang ajalnya tiba. Tetapi Salahuddin menjawab: "Umur itu pendek dan ajal itu sentiasa
mengancam." Kemudian tentera Islam yang dipimpinnya terus berperang dan berjaya merampas Benteng Shafad yang kuat. Peristiwa ini berlaku pada pertengahan Ramadan.

Tentera Islam pula telah berjaya mengalahkan tentera Perancis yang dipimpin oleh Louis
the 9th. Louis telah dipenjarakan di Mansurah pada tahun 647H.

18. 25 Ramadhan 658H, Peperangan Ain Jalut berlaku. Saifuddin Al-Qutuz berjaya mengalahkan tentera Tatar yang telah menghancurkan Baghdad daripada bergerak ke
Mesir bagi menawan Kaherah.

19. 14 Ramadhhan 666H, kawasan Antakya yang menjadi pusat Kristian telah berjaya
ditawan.

20. Pada Ramadhan 1393 atau Oktober 1973, tentara Mesir yang sudah mendapat
gemblengan Islam dari para ulama, di bawah komando Presiden Anwar Sadat, berhasil mengalahkan pasukan Israel di Sinai.

Sesungguhnya masih banyak lagi cacatan mengenai peristiwa-peristiwa seumpama ini
yang boleh dicatatkan, terutamanya di zaman pemerintahan Khilafah Othmaniyyah
sendiri. Walau bagaimana pun, apabila penggunaan kalender Islam mengalami
perubahan, catatan juga telah dilakukan dengan menggunakan taqwim yang berbeza.
Selepas kejatuhan Khilafah Othmaniyyah pada tahun 1924, umat Islam secara rasminya
mula menggunakan kalender Gregorian dan meninggalkan kalendar Islam mahu pun
kalender Othmaniyyah sendiri. Namun Insya Allah, masalah ini boleh diatasi dengan
usaha gigih kita untuk mengembalikan identiti Islam di dalam segenap aspek kehidupan,
individu, keluarga, masyarakat mahu pun negara.

Semoga Ramadhan yang dilalui oleh kita kali ini dapat menyemarakkan semangat jihad
dan perjuangan dalam diri.

Rujukan: Laman-laman web

Tuesday, July 16, 2013

SELAMAT DARI SIKSA KUBUR BERKAT SURAT AL MULK


Setelah jenazah dimakamkan, hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi, dia akan mendapat nikmat kubur atau siksa kubur. Nah, salah satu yang bisa menyelamatkan siksa kubur ini adalah Surat Al Mulk. Jadi setiap orang yang rajin membaca surat Al Mulk maka dia nantinya akan selamat dari siksa kubur.
Bagaimana kisahnya, apakah ada yang sudah pernah mengalami. Tentunya berbagai riwayat dan hadits yang mengisahkan.


Berikut Kisahnya.
Setiap orang akan mengalami yang namany mati, yaitu berpisahna ruh dari tubuhnya, ia kan berada di alam Barzakh atau alam kubur. Dan alam kubur ini adalah salah satu fase yang harus dialami oleh setiap ruh manusia.

Adalah Sayid Sabiq dalam kitabnya Al Aqaidul Islamih menyatakan bahwa alam kubur adalah lebih luas daripada alam dunia. Perbandingannya antara alam kubur dan alam dunia adalah sebagaimana berpandingan antara alam dunia sekarang dengan alam kandungan ibu.

Selama seseorang berada dalam alam kubur, maka ia akan merasakan berbagai macam peristiwa di dalam kuburnya. Mulai dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir hingga pada siksa dan kenikmatan kubur.

RUMAH FITNAH.
Syekh Al Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyatakan bahwa kubur dapat berkata kepada si mayit.
Rasulullah SAW bersabda,
"Kubur itu berkata kepada si mayit ketika mayat itu dimasukkan ke dalamnya. 'Kasihan engkau wahai anak Adam! Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku? Apakah engkau tidak tahu bahwa aku ini rumah fitnah, rumah gelap, rumah terpencil dan rumah ulat? Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku, karena engkau melewati aku dengan sikap fadzdzadz yaitu maju selangkah dan mundur (sikap ragu-rahu)."

Dari Abdullah bin Ubaid bin Umar ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda bahwasanya mayat itu duduk dan mendengar langkah pengunjungnya. Maka tiada sesuatu yang berkata kepada mayat selain kuburnya yang berbicara,
"Kasihan engkau wahai anak Adam! Bukankah engkau telah diperingatkan tentang aku, sempitku, huru-haraku dan ulatku? Maka apakah yang kamu persiapkan untukku?"

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebut salah satu yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur adalah Surat Al Mulk. Orang yang semasa hidupnya selalu membaca Surat Al Mulk akan selamat dari siksa kubur.

SABDA Rasulullah SAW.
Pernah suatu ketika sahabat Rasulullah SAW mendirikan kemahnya di atas kuburan, akan tetapi sahabat tersebut tidak menyadari bahwa ia berda di atas tanah kuburan. Sahabat itu tiba-tiba saja mendengar dari kubur suara manusia yang sedang membaca surat Al Mulk. Suaranya sungguh merdu dan enak didengar hingga suara itu telah mengkhatamlam surat Al Mulk.

Ketika Rasul SAW datang, sahabat bertanya,
"Aku telah mendengar seseorang sedang membaca surat Al Mulk dengan jelasnya dari dalam kubur."
Rasulullah SAW bersabda,
"Dialah yang menghalangi, dialah yang menyelamatkan, dapat menyelamatkan dari siksa kubur."

Mengenai fadhilah atau keutamaan dari membaca surat Al Mulk ini, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya ada sat surat yang terdiri dari 30 ayat, surat itu dapat membela orang yang selalu membacanya hingga ia diampuni, yaitu Tabarakalladzi biyadihil mulk."

Surat Al Mulk adalah surat ke-60, terdiri dari 30 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyah.
Ayo sahabat yang seiman, mumpung masih ada waktu segera usahakan membaca surat Al Mulk setiap hari, karena begitu besar khasiatnya di alam kbur nanti.

Berikut Surat Al Mulk 67: 1-30:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ١
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ٢
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ ٣
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ٤
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ٥
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ٧
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ٨
قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ ٩
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ١٠
فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ ١١
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ١٢
وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ١٣
أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ١٤
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ١٥
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ١٦
أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ١٧
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ١٨
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ ١٩
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلا فِي غُرُورٍ ٢٠
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ٢١
أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمْ مَنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ٢٢
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ ٢٣
قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ٢٤
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٢٥
قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ ٢٦
فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ ٢٧
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٨
قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ ٢٩
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ ٣٠

Artinya:
1. Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2. yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
3. yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4. kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam Keadaan payah.
5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
6. dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
7. apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,
8. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
9. mereka menjawab: "Benar ada", Sesungguhnya telah datang kepada Kami seorang pemberi peringatan, Maka Kami mendustakan(nya) dan Kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".
10. dan mereka berkata: "Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
11. mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
13. dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.
14. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
15. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
17. atau Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
18. dan Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka Alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
19. dan Apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang menahannya (di udara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha melihat segala sesuatu.
20. atau siapakah Dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah yang Maha Pemurah? orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
21. atau siapakah Dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
22. Maka Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
23. Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur.
24. Katakanlah: "Dia-lah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".
25. dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. dan Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
27. ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. dan dikatakan (kepada mereka) Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
28. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada Kami, (maka Kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"
29. Katakanlah: "Dia-lah Allah yang Maha Penyayang Kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah Kami bertawakkal. kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".
30. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; Maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".

KISAH MALAIKAT IZRAIL MENCABUT NYAWANYA SENDIRI


Bagaimanakah rasanya jika si pencabut nyawa mencabut nyawanya sendiri?
Kenapa tidak dicabut oleh malaikat Izrail? ya karena yang dicabut nyawanya adalah ya malaikat izrail itu sendiri. Karena begitu taatnya malaikat kepada Allah SWT, maka dicabut jualah nyawanya sendiri itu.
Bagaimana Kisahnya...

Malaikat

KISAHNYA.
Adalah Malaikat Izrail yang telah diberi tugas oleh Allah SWT sebagai malaikat pencabut nyawa. Kelak pada saat Malaikat Israfil yang bertugas meniup terompet sangkakala, maka nanti kiamat akan terjadi. Saat itu semua yang hidup akan mati.

Hari itu kiamat telah tiba, dan sang sangkakala pun ditiuplah sebanyak tiga kali. 
  • Tiupan pertama untuk menakuti siapa saja yang hidup.
  • Tiupan kedua untuk mematikan segala makhluk yang ada di bumi.
  • Tiupan ketiga untuk membangkitkan segala yang mati.

Nah, pada saat sangkakala ditiup oleh malikat Israfil, maka matilah semua makhluk,kecuali:
1. Malaikat Jibril.
2. Malaikat Izrail.
3. Malaikat Israfil.
4. Hamalatul Arsy.

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Izrail untuk mencabut roh-roh semua malaikat-malaikat di atas. Dan malaikat Izrail melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Malaikat IZRAIL Menjerit dengan Keras.
Setelah ketiga malaikat tadi sudah dicabut, giliran Malaikat Izrail, hanya ada Allah SWT dan malaikat Izrail saja setelah itu.

Allah SWT berfirman,
"Hai Malakulmaut (malaikat izrail), tidakkah kamu mendengar FirmanKu, Kullu Nafsin Dza'iqatul maut, tidakkah engkau tahu setiap yang bernyawa itu akan merasakan mati."

Allah SWT berfirman lagi,
"Aku jadikan engkau untuk tugas itu dan engkau juga harus mati."

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa ketika Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya sendiri. Maka pergilah Malaikat Izrail ke sebuah tempat antara surga dan neraka. DI tempat itulah Malaikat Izrail mencabut rohnya sendiri.

Saat rohnya dicabut, maka menjeritlah Malaikat Izrail dengan sangat keras, bahkan dengan jeritannya itu bila masih ada makhluk yang hidup, maka dia akan binasa, karena jeritannya super dahsyat.

Malaikat Izrail berkata,
"Kalaulah aku tahu bagaimana sakitnya saat roh dicabut, maka aku sudah barang tentu akan mencabut roh orang-orang mukmin dengan cara yang paling lembut sekali."

Setelah Malaikat Izrail mati, maka tinggal Allah SWT sajalah yang Maha Berdiri, Maha Esa, Maha Berkuasa, Maha dan Maha lainnya.

Manusia Dibangkitakan.
Nah, setelah hanya Allah SWT saja yang jumeneng, maka Allah SWT kemudian menghidupkan Malaikat Israfil dan Hamalatul Arsy. Allah SWT memerintahkan Malaikat Israfil untuk meletakkan terompet sangkakala di mulutnya, menunggu perintah Yang Maha Kuasa selanjutnya (belum ditiup).
Kemudian malaikat ketiga yang dihidupkan Allah SWT adalah Malaikat Jibril, dan yang keempat Malaikat Mikail. Dan setelah Malaikat Jibril dan Mikail dihidupkan

Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail untuk pergi ke makam Rasulullah SAW dengan membawa perhiasan-perhiasan dari surga dengan mengendarai BUROQ (Sejenis hewan tunggangan Rasulullah SAW pada saat Isra' Mi'raj).
Kemudian Allah SWT menghidupkan Nabi Muhammad SAW, barulah kemudian semua manusia dihidupkan.

Semua manusia keluar dari dalam perut bumi dalam keadaan telanjang bulat, berjalan menuju Tuhan mereka. Kemudian mereka (manusia) berhenti di suatu tempat selama 70 tahun dan Allah SWT membiarkan mereka. Hanya isak tangis, banjir air mata hingga sampai mulut manusia itu sendiri.
(Riwayat Abu Hurairah ra).

Tambahan:
Beruntunglah kita umat Nabi Muhammad SAW karena Beliau telah membocorkan rahasia ini kepada umatnya. Dan ucapan Rasulullah SAW adalah selalu benar kan. Marilah persiapkan diri kita sendiri masing-masing, aku ulangi masing-masing, karena tiada penolong di pemberhentian 70 tahun itu selain amal ibadah kita selama hidup di dunia ini.)

Penyakit Hati dan Penangkalnya


Setiap manusia tentu memiliki hati. Hati inilah yang mempengaruhi tabiat dan sifat seseorang. Apabila hati ini baik, maka manusia tersebut akan memiliki sifat yang terpuji. Namun jika hati yang dimiliki seorang manusia telah penuh dengan niat jahat, dapat dipastikan bahwa tingkah laku orang tersebut tidak akan jauh dari tindakan yang merugikan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad saw:


“Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap jasad ada sekerat daging, apabila dia baik maka baik seluruh anggota jasad, apabila dia jelek maka jelek semua anggota jasad, ketahuilah dialah hati.” (HR. Bukhori)

Perubahan sifat yang ada dalam hati ini terjadi dengan sangat cepat. Semua itu terjadi semata karena kekuasaan yang dimilii Allah SWT. Dia-lah yang membolak-balikkan hati manusia sesuai dengan kehendak-Nya. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut:

“Dinamakan hati (al-qolbu) karena cepatnya berubah.”(HR. Ahmad)
“Perumpamaan hati adalah seperti sebuah bulu di tanah lapang yang diubah oleh hembusan angin dalam keadaan terbalik.” (HR. Ibnu Abi Ashim)
“Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara dua jari-jari Alloh layaknya satu hati, Dia mengubah menurut kehendak-Nya.” (HR. Muslim)
“Ya Alloh, Dzat yang membolak-balikkan hati, condongkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim)
Meskipun demikian, kita harus terus berupaya untuk menjaga hati kita agar tidak terkena penyakit hati, yang menyebabkab kita tersesat dari jalan yang diridhoi Allah SWT. Begitu banyak penyakit yang dapat hinggap dalam hati kita, baik kita sadari maupun tidak.

Penyakit-penyakit hati tersebut dapat diketahui dengan melihat perilaku yang ditampilkan oleh seseorang dalam kesehariannya. Perilaku yang mencerminkan rusak dan sakitnya hati seseorang diantaranya adalah:


1. Melakukan kedurhakaan dan dosa
Di antara manusia ada yang melakukan kedurhakaan terus-menerus dalam satu jenis perbuatan. Ada pula yang melakukan dalam beberapa jenis bahkan semuanya dilakukan dengan terang-terangan, padahal Rosululloh bersabda:


“Setiap umatku akan terampuni kecuali mereka yang melakukan kedurhakaan secara terang- terangan.” (HR. Bukhori)

2. Merasakan kekerasan dan kekakuan hati
Keras dan kakunya hati seseorang membuat orang itu tidak memiliki sensitifitas terhadap masalah-masalah yang menimpa saudaranya sesame muslim. Hal ini karena ia tidak akan mampu dipengaruhi oleh apapun juga, dan hanya akan bertumpu pada keinginan pribadinya.

3. Tidak tekun beribadah
Ketekunan dalam beribadah merupakan sesuatu hal yang wajib kita laksanakan. Dalam beribadah kita harus benar-benar memperhatikan dengan seksama setiap gerakan dan ucapan/bacaan serta doa. Sedangkan orang yang hatinya mulai diliputi oleh “penyakit” tidak akan mampu tekun dan memperhatikan apa yang dilakukannya dalam beriadah.

4. Malas dalam ketaatan dan ibadah
Kalaupun ia beribadah, maka ibadah tersebut hanyalah sekedar rutinitas belaka, dan “kosong”. Masuk dalam kategori ini ialah perbuatan–perbuatan yang tidak dilakukan dengan mempedulikan nilai dari perbuatan tersebut atau meremehkan waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya. Misalnya, melakukan sholat-sholat di akhir waktu, atau menunda-nunda haji padahal sudah ada kemampuan untuk melaksanakan.

5. Perasaan gelisah dan resah karena masalah yang dihadapi
6. Tidak tersentuh kandungan ayat-ayat suci Al Qur’an
7. Lalai dalam dzikir dan doa
8. Lalai dalam amar ma’ruf nahi munkar
Bara ghiroh dalam hati telah padam, tidak menyuruh kepada yang ma’ruf, tidak pula mencegah dari yang mungkar. Pada puncaknya, dia tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengetahui yang mungkar. Segala urusan dianggap sama

9. Gila kehormatan dan popularitas
Termasuk di dalamnya, gila terhadap kedudukan ingin tampil sebagai pemimpin yang menonjol dan tidak dibarengi dengan kemampuan yang semestinya.


“Sesunguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemiminan dan hal ini akan menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Bukhori)

10. Bakhil dan kikir atas hartanya
Allah SWT memuji orang-orang Anshor dengan firman-Nya:


“… dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-Hasyr [59]: 9)
Rosulullah saw bahkan bersabda :


“Tidaklah berkumpul pada hati seorang hamba selama-lamanya sifat kikir dan keimanan.” (HR. Nasai)

11. Mengakui apa-apa yang tidak dilakukannya
Padahal penyakit ini yang menjadikan binasanya umat terdahulu. Alloh berfirman:


“Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. ash-Shof : 2–3)

12. Bersenang-senang diatas penderitaan umat muslim
13. Hanya pandai menilai kadar dosa yang dilakukan dan tidak melihat pada siapa dosa itu dilakukannya
14. Tidak peduli pada penderitaan sesama muslim
15. Mudah memutuskan tali silaturahmi/persaudaraan
16. Senang berbantah-bantahan yang mneyebabkan hatinya keras dan kaku
17. Sibuk dalam urusan dunia semata
18. Suka berlebih-lebihan
Penyembuhan

Perilaku tersebut diatas dapat dijadikan indikator awal akan adanya penyakit pada hati seseorang. Meskipun demikian, kita dapat menyembuhkan hati yang sakit tersebut dengan beberapa cara. Hal ini untuk mempertahankan keimanan yang ada dalam hati kita.

Rosulullah saw menggambarkan dalam salah satu sabda Beliau bahwa keimanan seorang hamba diibaratkan sebagai pakaian yang dibutuhkan untuk diperbaharui setiap saat. Beliau saw juga menggambarkan keimanan ibarat menatap bulan, terkadang bercahaya terkadang gelap, manakala bulan tersebut tertutup oleh awan maka hilanglah sinar dari rembulan tersebut, ketika gumpalan-gumpalan awan menghilang maka nampak kembali cahaya bulan tersebut.

Juga sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :


“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika dia tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian adalah selemah-lemah iman.” (HR. Bukhari)
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seorang muslim sebagai upaya penyembuhan penyakit hati yang dideritanya:


1. Membaca dan menyimak Al Qur’an
Allah SWT telah memastikan bahwa al-Qur’an adalah penawar dari penyakit, penerang dan cahaya bagi hamba Allah yang dikehendaki-Nya. Firman Allah SWT :

“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman….” (QS. al-Isra’ : 82)
2. Merasakan keagungan Allah SWT
Banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mengungkap tentang keagungan Alloh. Jika seorang muslim memperhatikan nash-nash tersebut, niscaya akan bergetar hatinya dan jiwanya akan tunduk kepada Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui sebagaimana firman Allah :

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. al-An’am: 59)
3. Mencari dan mempelajari ilmu agama
Yaitu ilmu yang bisa menghasilkan rasa takut kepada Allah SWT dan menambah nilai keimanannya. Tidak akan sama keadaan orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui.

4. Banyak berdzikir
Dengan berdzikir kepada Allah SWT keimanan bertambah, rohmat Allah datang, hati tenteram, para malaikat datang mengelilingi mereka, dosa-dosa terampuni. Rosulullah saw bersabda:

“Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, andaikata kamu tetap seperti keadaanmu di sisiku dan di dalam berdzikir, tentu para malaikat akan menyalami kamu di atas tempat tidurmu dan tatkala dalam perjalanan.” (HR. Muslim)
5. Memperbanyak amal sholeh
Banyak hal yang dapat digunakan sebagai lading amal sholeh bagi kita. Sedangkan bentuk dan cara memperbanyak amal sholeh diantaranya adalah:


• Sesegera mungkin melaksanakan amal sholih

• Melaksanakan amal sholih secara terus-menerus

• Tidak gampang bosan dan capai dalam melaksanakannya

• Mengulang beberapa amal sholih yang terlupakan

• Senantiasa berharap apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT

6. Rajin melakukan ibadah
Di antara rahmat Allah SWT ialah dengan diberikan-Nya beberapa macam peribadatan, sebagiannya berbentuk fisik seperti sholat, sebagiannya berbentuk materi seperti zakat, sebagiannya berbentuk lisan seperti dzikir dan do’a. Bahkan satu jenis ibadah bisa dibagi kepada wajib, sunnah, dan anjuran. Yang wajib pun terkadang terbagi kepada beberapa bagian. Berbagai jenis ibadah ini memungkinkan untuk dijadikan sebagai penyembuh dari penyakit hati atau lemahnya keimanan.

7. Takut meninggal dalam keadaan su’us khotimah
8. Banyak mengingat mati
Rosulullah saw bersabda:

“Perbanyaklah mengingat penebas segala kelezatan, yakni kematian.” (HR. Tirmidzi)
Di antara cara yang efektif untuk mengingatkan seseorang terhadap kematian ialah dengan berziarah kubur, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah, dan lain-lain.

9. Selalu ingat akan tibanya hari akhir
10. Menelaah firman-firman Allah SWt yang terkait dengan peristiwa alam
11. Bermunajat dan pasrah kpeada Allah SWT
12. Tidak terlalu mengharap dunia
13. Banyak melakukan ibadah hati
14. Berdo’a kepada allah SWT agar dijaga keimanan kita
Semoga kita terhindar dari penyakit hati yang dapat melemahkan dan bahkan menghilangkan keimanan kita kepada Allah SWT. Dan semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak.Amin...

Wallahualam....
p/s : perbetulkan saya jika tersilap atau sebarang yang saya post dalam blog ini tidak benar/palsu...

Tuesday, April 30, 2013

Munafik


Munafik dikategorikan sebagai orang yang berpura-pura melahirkan keimanan terhadap Allah sedangkan hatinya tetap kufur.Munafik juga merujuk kepada orang yang berbuat atau bersifat nifaq.Menurut Al-quran orang munafik mengaku beriman, mengakui adanya Allah dan menerima bahawa Nabi Muhammad itu utusanNya.Namun hatinya tidak ikhlas timbul keragu-raguan dan lebih keras lagi diam-diam ia menolak pengakuan itu.Beza antara orang munafik dan kafir adalah golongan kafir jelas-jelas menolak Islam.Tetapi orang munafik secara lisannya menerima Islam dan menyatakan beriman, tetapi di hati ingkar dan menolak ajaran Rasullulah.

Sewaktu islam mula berkembang di Madinah terdapat banyak orang munafik di sana dan di bahagikan kepada dua golongan iaitu munafik Yahudi dan munafik Arab.Golongan munafik dari kelompok Yahudi merasa diri mereka lebih hebat dibandingkan yang lain.Kehidupannya lebih makmur sehingga merasa darjat mereka lebih tinggi dan lebih pintar daripada orang-orang penduduk asli Arab. Golongan munafik lainnya berasal dari kelompok Arab Madinah di bawah pimpinan Abdullah bin Ubai.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda iaitu terdapat tiga tanda-tanda orang munafik iaitu apabila berkata dia berdusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi kepercayaan dia khianati.Selain itu apabila seseorang itu membiarkan hatinya dikuasai oleh sifat bakhil maka bererti orang itu sudah terjebak dalam kemunafikan.Orang munafik rakus dan tamak dalam menumpukan kakayaan.Mereka sanggup membanting tulang tanpa mengira waktu.Seandanya mereka mampu maka seluruh yang ada di muka bumi inipun ingin mereka miliki.Akibatnya waktu ibadah utuk mengingati Allah semakin lama semakin diabaikan.

Orang yang bersifat bakhil selalu merasakan bahawa harta benda yang ada pada mereka adalah hak mutlak mereka.Sehingga menganggap kekayaan itu kerana penat lelah mereka bekerja.Ia lupa bahawa harta kekayaan itu amanat dari Allah.Sekali Allah mengkehendakinya lenyap maka sekejap saja ia akan kehilangan harta benda yang dimilikinya.

Seterusnya berhati dengki,di dalam dada orang munafik tersimpan kebusukan.Ia sangat senang melihat orang lain menderita,tetapi benci apabila melihat orang lain mendapat kebahagiaan.Seorang yang berhati dengki selalu merasa tidak senang.Tiba-tiba ia menjadi benci dan gelisah ketika melihat orang lain bahagia.Sehinggakan mereka sanggup menebarkan fitnah agar orang lain pun ikut merasa benci.

Sebab-sebab timbulnya hasad dengki adalah kerana adanya rasa permusuhan dan kebencian.Jika ada orang yang menyakiti hatinya atau menyalahi tujuan dan kehendaknya maka dia akan membenci orang tersebut.Seterusnya timbullah rasa dendam yang mendorongnya untuk membalas dan berharap agar orang yang dibenci itu mendapat kecelakaan.Sebab dengki juga mungkin disebabkan kerana merasa diri lebih hebat berbanding orang lain.Orang yang demikian ini biasanya ingin selalu berada di depan dan dihormati oleh orang lain.Mereka selalu ingin menjadi orang yang paling menonjol dalam segala hal.Hatinya selalu berharap agar jangan ada orang yang dapat menandingi kedudukan dan kemampuannya.

Keburukan lain yang timbul dari sifat dengki ialah seseorang akan terdorong untuk melakukan kemaksiatan.Bentuk kemaksiatan yang dilakukan adalah seperti mengumpat, menghasut, dan memburuk-burukkan orang yang didengki.Orang yang mempunyai sifat dengki tidak akan diakui oleh Rasullulah sebagai golongannya.Maka mereka tidak akan mendapat pertolongan pada hari kiamat kelak.Walaupun seseorang itu mengumpulkan amal kebaikan segunung, tetapi dihatinya terlintas kedengkian maka amalan itu menjadi rosak dan tidak ada ertinya sama sekali.

Orang munafik sentiasa berasa berat untuk melakukan ibadah, kalau pun ibadahnya rajin maka hal itu dilakukan kerana keterpaksaan.Misalnya kerana takut diejek sesama muslim yang taat dan takut dianggap sebagai orang yang tak suka beribadah.Selain itu apabila ada majlis ilmu mereka merasa berat untuk menghadirkan diri. Kalaupun datang, itu pun kerana merasa segan kepada orang lain. Sesungguhnya hati orang yang demikian itu sudah dikuasai oleh nafsunya sehingga tidak ada motivasi sedikit pun dalam menjalankan amal ibadah.

Sifat-sifat buruk itu wujud kerana dipengaruhi oleh sifat-sifat yang hanya mementingkan kepentingan duniawi sahaja.Kesenangan duniawi yang berlebih-lebihan menyebabkan seseorang itu jadi malas beribadah. Ia tidak punya motivasi untuk akhirat, tidak punya dorongan untuk beramal ibadah.Bagi mereka pahala tidak penting.Hati mereka telah terikat kuat dalam urusan harta benda.Sehinggakan kadang-kadang timbul perasaan di hati mereka yang merasakan ibadah tidak mendatangkan keuntungan apa-apa.

Kecenderungan seorang munafik ialah dalam diam-diam ia membenci seorang muslim terutama muslim yang taat. Di belakang ia akan mencaci dan mengumpatnya. Walaupun secara lahiriah dirinya sendiri nampak seperti seorang muslim, tetapi muslim yang munafik. Seorang munafik tidak pernah menghiraukan bahawa sesama muslim tidak boleh menyakiti melalui cacian, tindakan, menyebarkan isu bohong mahupun dengan sikap penampilan. Bahkan sesama muslim juga dilarang tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari.Itulah orang munafik, ia suka mengoreksi orang lain, sedikit sahaja keburukan maka akan dibesarkan.Semua itu dilakukan kerana kecenderungan hatinya yang berkeinginan untuk diakui sebagai orang yang taat disanjung dan diagungkan oleh orang lain.

Berzikir ertinya mengingat.Zikrullah bererti mengingat Allah. Tidak ada batas waktu dan ruang untuk mengingati Allah. Seorang muslim yang beriman hatinya selalu terikat kepada Allah.Tetapi tidak demikian yang dirasakan orang munafik.Ia mengenal Allah tetapi hatinya tidak ada ikatan sedikit pun denganNya. Itulah sebabnya orang-orang munafik sangat malas untuk berzikir.Menurut Ali bin Abi Thalib, salah satu ciri muslim adalah banyak berzikir kepada Allah. Sedangkan ciri orang munafik adalah sedikit sekali ia berzikir kepada Allah. Orang munafik merasa tidak begitu memerlukan Allah sehingga ia enggan berzikir. Kerana itu dalam setiap langkah dan perbuatan sehari-hari selalu dilakukan berdasarkan hawa nafsu.Perbuatannya tidak terkawal karana hatinya tidak ingat Allah .Sehinggakan apa sahaja yang dilakukannya mudah sekali mengarah pada perbuatan dosa. Kerana tiada rasa takut kepada Allah atau kerana ia tidak ingat Allah maka perbuatannya dilakukan sesuka hati.

Mengabaikan solat merupakan salah satu daripada banyak ciri orang munafik.Mereka malas melakukan ibadah dan malas pula mengerjakan solat wajib, terutamanya sekiranya mereka duduk bersendirian.Tetapi sekiranya mereka duduk dengan orang yang tekun maka mereka pun mengerjakan ibadah untuk menunjukkan bahawa mereka seorang yang beriman.Seorang muslim juga berkemungkinan terjebak dalam kemunafikan sekiranya mereka mengaku beriman tetapi malas melakukan solat.

Terdapat juga orang yang mengaku muslim tetapi sama sekali benci kepada masjid atau ibadah. Ia sangat malas jika berjemaah di masjid. Paling tidak pun hanya seminggu sekali sahaja mereka menjejakkan kaki ke masjid itupun untuk solat jumaat. Sikap malas melakukan solat fardhu secara berjemaah juga boleh dianggap sebagai mengabaikan solat juga.Selain itu seorang muslim yang suka mengumpat dan memburuk-burukkan sesama muslim juga dianggap sebagai mengabaikan solat. Walaupun solatnya rajin nampak khusyuk namun kerana sikapnya itu maka rosaklah solatnya.

Jika seseorang melakukan solat secara tergesa-gesa maka ia juga boleh dianggap sebagai orang yang terjebak kemunafikan. Biasanya mereka melakukan solat supaya tidak dianggap sebagai orang yang ingkar. Seorang muslim yang melakukan solat dengan tergesa-gesa tanpa ada alas an apa pun, maka ia tidak akan mendapat kesan positif dari apa yang dikerjakan itu. Ertinya inti solat yang dikerjakannya sama sekali tidak menyentuh jiwanya.Solat yang tidak khusyuk dianggap sebagai amalan yang tidak serius. Jadi solat yang dilakukan tidak lebih dari sekadar gerak badan sahaja. Kerana itulah ramai orang yang melakukan solat tetapi hanya mendapat keletihan sahaja.

Orang yang mengutamakan kebaikan zahir dan berpenampilan istimewa iaitu berlagak seperti orang yang soleh seringkali mengabaikan kesucian batinnya .Penampilan yang dibuat-buat seolah-olah kearab-araban itu hanyalah sebagai alat agar orang menilai dirinya taat. Padahal sikap seperti itu tidak lebih daripada riyak untuk mempamerkan diri agar dipuji dan diagungkan oleh orang lain. Inilah sifat orang munafik antara lahir dan batinnya bertolak belakang. Lahiriah nampak indah sedangkan hatinya busuk. Bagi orang munafik penampilan zahir dianggap lebih utama. Tanpa menampakkan zahir yang bagus mereka merasa tidak diakui di tengah masyarakat. Namun penampilan lahiriah yang dipamerkan biasanya tidak sebatas dengan penampilan tingkah laku.

Orang-orang munafik juga mempunyai sifat enggan bertaubat. Mereka tidak begitu merisaukan dosa yang dibuat. Mereka menganggap dosa adalah urusan akhirat sedangkan yang harus diutamakan mereka adalah urusan duniawi. Ancaman Allah hanya akan dirasakan di akhirat kelak. Oleh itu yang penting bagi mereka sekarang adalah mendapat kesenangan dan kenikmatan. Bertaubat atau tidak bagi mereka sama saja. Hati mereka tidak pernah tertarik untuk mensucikan diri padahal nasihat dan ajakan bertaubat telah sampai ke telinga mereka.

Orang-orang munafik yang berbuat dosa juga mengucapkan istigfar. Tetapi ucapannya itu hanyalah topeng belaka kerana menganggap kalimat itu sering diucapkan orang yang taat. Meraka tidak memahami dan meresapi makna dari istigfar.Oleh sebab itu pintu taubat orang munafik tertutup bukan kerana Allah tidak Maha Rahman tetapi kerana perbuatan mereka sendiri. Hatinya dibiarkan pekat dan berkarat sehingga setiap kebenaran selalu tertolak. Sekiranya dosa masih tipis dan mereka mohon taubat daripada Allah dengan sepenuh hati maka maka pintu taubat masih terbuka baginya. Kerana sesungguhnya Allah itu maha pemurah dan penyayang.

Percaya terhadap kebenaran Al-Quran dan As-sunnah adalah wajib bagi setiap orang muslim. Keduanya merupakan ajaran tauhid. Meskipun seorang mengaku muslim dan menyatakan beriman kepada Allah tetapi jika di hatinya masih ada keraguan di atas kebenaran Al-Quran maka ia adalah petanda bahawa ia masih terjebak dalam sifat kemunafikan. Hanya orang-orang munafik sahaja yang meragukan kebenaran Al-Quran dan Sunah Rasul.Mereka menganggap ayat-ayat dalam Al-Quran menyulitkan dan melambatkan langkah dalam mencari kesenangan duniawi.

Ramai orang mengaku beriman kepada Allah, malaikat, hari akhirat, dan Rasulullah tetapi ia meremehkan Al-quran. Sikap meremehkan Al-Quran itu tidak hanya secara langsung tetapi juga melalui sikap. Contohnya ketika mendengar azan dikumandangkan ia tetap saja malas bangkit tetapi semakin rancak dengan percakapannya. Akhirnya solat yang dilakukan menjadi tergesa-gesa. Orang yang mengakui Al-Quran sebagai merupakan wahyu Allah tetapi ia suka makan riba atau tidak jujur dalam berdagang. Sikap yang demikian itulah dianggap sebagai meremehkan Al-Quran.

Orang-orang munafik menganggap ayat-ayat Al-Quran itu sekadar bacaan yang dilagukan. Mereka tidak tertarik dengan makna dan pesan yang terdapat dalam Al-Quran Begitulah ciri-ciri orang munafik . Di tengah-tengah orang beriman ia akan menampakkan ketaatannya. Ia baca Al-Quran dengan merdu sekali dan menawan sehingga orang awam akan memuji bahawa dia seorang ahli membaca Al-Quran. Tetapi di belakang mereka memperolok-olokkan Al-Quran. Hatinya ingkar dan tidak mengakui kebenaran Al-Quran

Di samping meremehkan Al-Quran orang munafik juga memperolokkan sunnah Rasullulah. Mereka merendahkan, memperlecehkan dan menghina setiap tindakan Rasullulah. Orang-orang munafik berpura-pura mengakui bahawa nabi Muhammad itu utusan Allah tetapi sebenarnya hati mereka menentang keras. Seperti yang dinampakkan oleh Abdullah bin Ubai dan pengikut-pengikutnya.

Sikap sombong tidak patut wujud dalam diri seorang muslim kerana hanya orang-orang munafik yang memiliki sikap tersebut. Seorang munafik merasakan bahawa ia boleh hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Kerana itu jika ia berada dalam kejayaan maka sombongnya sermakin menjadi-jadi. Namun jika ia berada dalam kesengsaraan maka mulutnya yang manis mula digunakan. Di hadapan orang ia berlagak seperti orang jujur dan dipercayai dan mampu melaksanakan amanat. SIkapnya yang nampak baik dan lisannya yang sedap didengar itu dimaksudkan agar orang lain percaya. Jika sudah dikasihani dan mendapat kepercayaan maka dalam waktu yang tidak lama tentu dia akan berkhianat.

Orang munafik juga memanfaatkan ibadah sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu, misalnya pujian dan pengakuan dari orang lain. Amal ibadah yang dilakukan dikemas sebagus mungkin agar orang menganggapnya dermawan. Semua itu terdorong oleh nafsunya. Sesungguhnya keindahan ibadah yang nampak mempersonakan bertolak belakang dengan hatinya yang busuk. Suka mempamerkan amal perbuatan yang baik di sebut riyak.Perbuatan tersebut masuk dalam kriteria dosa besar kerana dianggap syirik kecil

Sesungguhnya riyak itu suatu penyakit yang bersarang dalam hati orang munafik. Penyakit itu akan menyuburkan hawa nafsu dan keinginan untuk dipuji orang. Keinginan untuk dipuji itu kemudian mempengaruhi perilaku lahiriah. Sehingga amal ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Alah kemudian bercampur dengan tujuan ingin diperhatikan orang lain. Niat beribadah sudah terpecah menjadi dua. Riyak yang paling berbahaya ialah iman iaitu seseorang berikrar dengan dua kalimah syahadat namun hatinya penuh kebohongan.

Satu daripada tiga ciri utama orang munafik ialah jika ia berjanji ia akan mungkiri. Padahal memungkiri janji ialah suatu dosa yang sangat besar. Janji merupakan suatu ketetapan yang di buat dan untuk dilaksanakan sendiri. Orang-orang yang berikrar masuk islam dan mengangkat dengan kalimah syahadat tetapi perilakunya tidak mencerminkan seorang muslim maka dialah orang yang mengingkari janji kepada Allah. Di samping mengingkari janji kepada Allah orang munafik suka sekali ingkar janji kepada sesama manusia. Kalau bicara ringan sekali tetapi pelaksanaannya berat dan tidak pernah ditunaikan.

Salah satu ciri orang munafik ialah jika berbicara banyak bohongnya.Kebohongan-kebohongan yang ditimbulkan oleh mulut si munafik seringkali menimbulkan fitnah. Akibatnya terjadilah keresahan di tengah-tengah masyarakat. Lebih parah lagi apabila keresahan itu mencapai puncaknya berupa perpecahan umat. Orang munafik bagaikan musuh dalam selimut.Mereka sulit dikesan kerana bertopengkan kesolehan dan kearifan. Tetapi diam-diam terhadap orang awam akan menebarkan desas-desus yang mampu menggoyahkan iman.

Sumpah palsu ialah bersumpah dusta yang dilakukan secara sengaja. Sifat ini merupakan ciri seorang munafik. Mereka beranggapan dengan bersumpah orang lain akan percaya dan merasakan yang kebohongan tersebut tidak akan diketahui oleh sesiapapun. Dengan sumpahnya yang seolah-olah bersungguh-sungguh sehinggakan berani menyebut nama Allah. Mereka cuba untuk mengelabui orang. Tujuan utama adalah menipu dan merampas hak orang lain dengan sumpahnya itu.

Firman Allah swt yang bermaksud :“Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu (ditempatkan) di tingkat yang paling bawah dari neraka, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong bagi mereka.” (An:Nisa:145)

Jihad


Jihad Dalam Konteks Islam
Oleh: Mohamad Asyraf Bin Mohamad Said
1 Pengertian Umum Jihad
Para ulama Islam sepanjang zaman telah memahami jihad dalam erti kata yang luas sebagai mengerahkan usaha daya di jalan Allah yang meliputi usaha pembaikan diri, usaha pembangunan masyarakat, dakwah melalui lisan dan media. Dalam erti kata yang khusus pula, mereka memahami jihad sebagai berperang bagi membela agama Allah.

Kedua-dua pengertian jihad, umum dan khusus ini, digambarkan di dalam sabda Rasulullah yang bermaksud :

“Berjihadlah kamu melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu dan lisanmu.”
(Riwayat Abu Daud)

Dalam buku Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah oleh Kementerian Waqaf dan Hal Ehwal Islam Kuwait, ada dinyatakan bahawa Ar-Raghib telah mengertikan jihad sebagai usaha yang bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha sepenuhnya dalam menghalang musuh, samada dengan tangan, lisan atau apapun sahaja yang ia mampu. Ini dilakukan dalam tiga bentuk : bermujahadah dengan musuh yang nyata, syaitan dan nafsu. Ketiga-tiga ini termasuk di dalam firman Allah, “dan berjihadlah kepada Allah dengan sebenar-benar jihad.” Ibn Taimiyah pula berkata bahawa jihad samada dilakukan dengan hati seperti berazam untuk melakukannya, atau dengan dakwah kepada Islam dan syariatnya, atau dengan menegakkan hujah ke atas yang batil, atau dengan menerangkan yang benar dan menghilangkan syubhat, atau dengan pandangan dan tidakan yang memberi manfaat kepada orang-orang Islam, atau dengan berperang.
1. Dalam Islam jihad ialah perjuangan yang sungguh-sungguh untuk menegakkan perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah dan membasmi perkara-perkara larangan-Nya sekalipun dengan mengorbankan hak-hak kepentingan diri sendiri.
2. Dalam konsep Islam, jihad merangkumi korban kerana apabila seseorang berjihad dengan sendirinya bermaksud mengorbankan kepentingannya dan membawanya hampir kepada tuhan.
3. Firman Allah dalam surah Al-Ankabut ayat 69 yang bermaksud:
" Dan orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama kami.Sesungguhnya kami akan memimpin mereka ke jalan kami, dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya."
2 Pembelaan Keadilan Merentas Sempadan Ummah

Berdasarkan konsep umum Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, maka jihad bukan hanya untuk membela Islam dan umatnya, atau untuk menjaga kepentingan mereka sahaja. Akan tetapi ia juga adalah untuk membela keadilan bagi manusia sejagat. Ini adalah berdasarkan firman Allah yang bermaksud :

“ … dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”
(Al-Haj : 40)

Antara pengajaran ayat ini ialah :

a. Sebahagian dari sunnah alam ini ialah Allah akan membangkitkan sekelompok manusia bagi menolak keganasan manusia yang lain.

b. Umat Islam diajar bukan hanya untuk membela sesama umat Islam, tetapi juga membela umat agama lain jika mereka dizalimi. Ini boleh difahami dari pernyataan biara, gereja, rumah ibadat Yahudi bersama dengan masjid dari dirobohkan oleh keganasan sebahagian manusia.

c. Jika ada sekelompok penganut agama lain yang dizalimi dan ditindas, umat Islam adalah lebih utama untuk bangkit membela mereka, menyuarakan suara mereka dan membebaskan mereka dari kezaliman itu.

d. Walaupun Islam tidak sependapat dengan aqidah agama lain, namun Islam tetap menghormati kehidupan beragama.

Berdasarkan prinsip jihad ini sebagai perjuangan membela keadilan secara inklusif dan komprehensif, dapat dinyatakan dengan jelas dan yakin bahawa slogan perjuangan ofensif sekelompok kecil Muslim mengenai jihad secara antagonistik dari pihak Muslim terhadap bukan Muslim, adalah pendekatan yang sangat keliru. Kedua-dua masyarakat Muslim dan bukan Muslim perlu difahamkan secara konsisten bahawa asas hubungan antara kedua-dua kelompok ini adalah keamanan, bukan peperangan atau ketegangan. Malang sekali, trajedi yang mencengkam dunia hari ini ialah ketiadaan kefahaman yang jernih mengenai jihad; golongan minoriti Muslim yang keliru melihatnya dengan lensa yang amat sempit dan kolot, lantas menterorasikan imej jihad dan kebenaran, sementara di satu pihak pula golongan bukan Muslim yang memilih untuk mewarnai persepsi mereka terhadap Islam dan Muslim dengan corak-corak kecurigaan dan tohmahan.

Episod Jamaah Islamiah (JI), yang mutakhir ini menjejas dan menyulitkan lagi proses mengembalikan kemurnian Islam, membawa kita memasuki satu tahap baru dalam jihad, iaitu jihad untuk mempertahankan jihad. Usaha bersepadu perlu diorak untuk mengatasi dua kecenderungan ekstrim; pertama, kekeliruan dan kesangsian terhadap jihad seperti yang dinyatakan di atas, dan kedua, kecenderungan apologetik untuk menafikan gagasan jihad sebagai sebahagian daripada keperibadian ummah.

3 Jihad Pendorong Kemakmuran Dunia

Semangat jihad yang sebenarnya mendorong masyarakat Islam untuk mengusahakan kemajuan dan pembangunan bagi manusia, ekonomi dan negara. Ini adalah kerana Islam menggalakkan kemajuan. Firman Allah bermaksud :

“Hendaklah ada dari kalangan kamu satu umat yang mengajak kepada kebaikan dan menyeru kepada yang maaruf dan mencegah yang mungkar, dan mereka itulah golongan yang berjaya.”
(Al-Qasas : 87)

Ini dikukuhkan lagi dengan firmanNya bermaksud :

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.”
(Hud : 61)

Apabila diperhatikan gagasan umum kehidupan menurut kayu ukur Islam, kita dapat memahami bahawa misi hidup manusia ialah untuk memakmurkan kehidupan dunia bagi mencapai kemakmuran hidup akhirat. Ini bersandarkan beberapa nas Al-Quran dan hadith, di antaranya firman Allah bermaksud :

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi, dan mengangkat sebahagian kamu ke atas sebahagian yang lain dengan apa yang dikurniakanNya kepada kamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanNya sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Al-An’am : 165)

Dan firman Allah lagi bermaksud :

“Dan tidak Aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk mereka mengabdikan diri kepadaKu.”
(Adz-Dzariat : 56)

Jihad merupakan satu tuntutan ke atas Muslim, secara individual dan secara kolektif, untuk berusaha sehabis upaya ke arah melaksanakan misi tersebut bagi merealisasikan matlamat khilafah (kemakmuran dunia) dan ubudiyyah (kemakmuran akhirat). Sejarah Rasulullah dan para sahabat telah menyediakan gambaran jelas tentang jihad yang sebenarnya, yang boleh disimpulkan sebagai memperjuangkan dua lapangan tersebut. Dengan demikian, setiap usaha membangunkan upaya dan unsur-unsur sokongan ke arah dua kemakmuran itu adalah jihad, sepertimana usaha untuk mencegah atau menghilangkan faktor-faktor yang menghalang keduanya juga adalah jihad.

Islam juga menganjurkan umatnya untuk sentiasa membaiki diri dan berusaha sebaik mungkin. Maka keadaan seseorang yang statik, tidak maju ataupun berkembang, tidak sejajar dengan semangat syara’ yang ditetapkan. Atas dasar ini juga, Islam menganjurkan sifat berlumba-lumba dalam melakukan kebaikan. Firman Allah bermaksud :

“Dan berlumba-lumbalah kamu dalam (melakukan) kebaikan.” (Al-Baqarah : 148)

Secara umum, kondisi ummah pada hari ini menuntut jihad untuk menawarkan Islam sebagai alternatif praktikal ke arah kemakmuran hidup dunia dan kesejahteraan masyarakat global. Namun sebelum itu, realiti yang perlu diakui ialah bahawa pihak yang tidak memiliki tidak akan mampu memberi. Jihad ke luar ini, tidak dapat tidak, perlu diiringi, kalaupun tidak didahului, dengan jihad ke dalam secara serius untuk membangunkan khaira ummah, dengan membina quwwah (keupayaan dan kemampuan) dan amanah (berprinsip dan berkerohanian murni).



JIHAD DALAM KONTEKS ASIA TENGGARA: PENDEKATAN MALAYSIA

1 Jihad di Malaysia – Membina Masyarakat Cemerlang

Keberadaan masyarakat Islam di Malaysia akan terus kekal simbolik semata-mata, selama mana masyarakat ini tidak dilihat berpatisipasi dan membuat sumbangan di dalam spektrum kehidupan politik, budaya dan ekonomi negara. Sebagai konstituen politik yang turut sama memiliki upaya pengundian dan kepenggunaan, masyarakat Islam perlu terus membangun dengan yakin untuk mengatur langkah progresif bagi menyusun semula struktur organisasinya sebagai sebuah masyarakat penyumbang yang dirasakan kewujudannya. Masyarakat Islam perlu terus berusaha untuk mengubah ketrampilannya sebagai hanya sebuah kelompok “Muslim almari”. Ini menuntut masyarakat untuk memanifestasikan Islam dengan penuh sedar dan terbuka, berpaksikan inti serta kefahaman syara’ yang bercirikan prinsip-prinsip universal.

Masyarakat Islam di Malaysia sedang giat mengatur langkah bergerak ke arah membangun diri sebagai masyarakat cemerlang. Dalam konteks kehidupan masyarakat berbilang bangsa dan agama di Malaysia, ini merupakan jihad yang menuntut jumlah usaha yang tidak sedikit. Diterajui oleh Dr Yaacob Ibrahim, Menteri Pembangunan Masyarakat dan Sukan, merangkap Menteri Bertanggungjawab bagi Ehwal Masyarakat Islam, setiap Muslim diseru untuk bersama melihat dan mengusahakan kecemerlangan secara menyeluruh. “Idea yang lebih menyeluruh mengenai kecemerlangan adalah penting dan ia bukan hanya setakat kecemerlangan akademik, yang sering dikelirukan oleh orang ramai. Sebaliknya, kecemerlangan adalah nilai yang anda pegang teguh dalam kehidupan,” katanya. Menjelaskan, Dr Yaacob berkata para Anggota Parlimen (AP) Melayu/Islam telah pun mengenal pasti tiga aspek utama yang harus diberi perhatian - keluarga, pendidikan dan pekerjaan.

Wawasan membina masyarakat Islam cemerlang ini malah mendapat perhatian Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi. Dalam ucapan di Rapat Hari Kebangsaan, beliau menyokong sepenuhnya wawasan Dr Yaacob Ibrahim untuk membentuk masyarakat Melayu/Islam cemerlang. Pemodenan dan pembangunan boleh dicapai oleh masyarakat sambil menimba kekuatan dari warisan budaya Melayu dan nilai-nilai Islam untuk meningkatkan kemajuan masyarakat. Rancangan akan tertumpu kepada usaha meningkatkan taraf pencapaian pelajar Melayu/Islam dalam semua mata pelajaran, terutama, sains dan matematik serta menjadi orang Islam yang baik dan rakyat Malaysia yang setia. Beliau menyeru Melayu Malaysia agar bersikap komited terhadap pembentukan masyarakat Melayu/Islam cemerlang yang dapat berintegrasi dengan baik di dalam negara Malaysia yang berbilang bangsa dan agama. Beliau yakin yang orang Melayu boleh menjadi sebuah masyarakat Islam contoh yang progresif dan mantap dari segi ekonomi. Masyarakat contoh sebegini akan menyumbang ke arah pembentukan semula Malaysia.

Majlis Agama Islam Malaysia, di dalam melakarkan Pelan Tindakan 3 Tahun 2004-2006, telah menetapkan visi untuk membentuk masyarakat Islam Malaysia yang memiliki ciri-ciri berikut :

a. Berpegang teguh dengan prinsip-prinsip Islam, tetapi dalam masa yang sama bersedia mengusahakan perubahan dalam menjawab keperluan dan cabaran masakini.

b. Kukuh moral dan rohani untuk menghadapi cabaran-cabaran masyarakat moden, terutama di dalam bidang ekonomi yang melalui perubahan.

c. Memiliki pengetahuan dan kefahaman mengenai sejarah dan tamadun Islam, di samping memiliki persediaan intelektual untuk memahami Islam dan isu-isu terkini dunia Islam.

d. Meyakini bahawa Muslim yang baik adalah juga rakyat yang baik.

e. Menyesuaikan diri dengan baik dalam melalui kehidupan sebagai anggota penuh sebuah negara sekular dan masyarakat berbilang agama, dengan menyumbang kepada negara dan kemanusiaan global, termasuk di dalam peranan-peranan kepimpinan.

f. Progresif, mengikuti perkembangan tuntutan-tuntutan masyarakat moden dan mengamalkan Islam melampaui batasan ritualistik atau kelahirian bentuk.

g. Mengetahui dan menghargai kekayaan yang turut ada di dalam tamadun-tamadun lain, di samping memiliki keyakinan diri untuk berinteraksi dengan orang-orang/kaum-kaum lain serta bersedia untuk belajar dari mereka.

h. Bersikap inklusif dan mengamalkan pluralisma selagi mana tidak bercanggah dengan prinsip-prinsip Islam.

i. Menjadi rahmat kepada masyarakat-masyarakat lain dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip universal, lantas melepasi status minoriti dan menjadi sebahagian daripada kumpulan majoriti.

j. Menjadi model dan inspirasi kepada yang lain.

HIKMAH JIHAD

a) Jihad itu tidak sia-sia tetapi diberi pahala yang besar dari Allah.
b) Mendapat bantuan Allah dan hidayat-Nya menjadikan jihad itu berkat
dan mendapat rahmat.
c) Golongan yang tidak beriman tidak diterima pengorbanan mereka oleh
Allah.

JENIS-JENIS JIHAD

1) JIHAD AKBAR -jihad yang besar iaitu jihad melawan hawa nafsu.Contohnya,nafsu malas solat, nafsu suka membuang masa, nafsu ingin membuat maksiat.Melawannya dengan jihad.
2) JIHAD ASGHAR -jihad yang kecil iaitu menentang musuh yang nyata seperti peperangan menentang orang-orang kafir yang menceroboh agama Islam dan memerangi orang-orang murtad.

JIHAD DI JALAN ALLAH

Berjihad beerti kita berjuang dengan cara mengorbankan apa yang ada pada diri kita tanpa mengharapkan apa-apa balasan daripada makhluk, hanya mengharapkan balasan dari Allah. Pengorbanan yang perlu dilakukan :
a) mengorbankan fikiran iaitu memberi sumbangan fikiran ke arah pembangunan Islam di semua peringkat kehidupan dan di semua sudut.
b) mengorbankan harta iaitu menyumbang-kan harta ke arah pembangunan Islam seperti pembinaan sekolah-sekolah yang berteraskan Islam, ekonomi bercorak Islam, tempat-tempat ibadat, pertahanan dan sebagainya.

c) mengorbankan jiwa iaitu bersedia berkorban sekalipun dengan kematian apabila berjuang seperti pergi berdakwah mengajak orang kepada Islam atau dengan berperang di medan perang untuk membela agama, bangsa dan negara.
d) mengorbankan sesuatu yang kita sayang.Firman Allah dalam surah Al-Imran ayat 92 yang bermaksud :
" Kamu tidak akan mencapai kebaikan kecuali kamu belanjakan apa yang kamu sayang."
e) melawan nafsu dengan membuang sifat-sifat tercela dan menghias diri dengan sifat-sifat terpuji.
HUBUNGAN JIHAD DALAM PENGORBANAN.

1) Jihad ialah berjuang untuk menegakkan segala perintah Allah dan membasmi perkara-perkara larangannya dengan bersungguh-sungguh.
2) Pengorbanan adalah penderitaan atau susah payah yang mesti ditempuh untuk berjuang dalam jihad.
3) Setiap jihad memerlukan pengorbanan kerana terpaksa bersusah payah untuk mencapai cita-cita yang diperintah oleh Allah.Seperti kata pepatah Melayu:
" Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian."
4) Kejayaan yang dicapai dengan pengorbanan lebih besar erti dan nilainya daripada tanpa pengorbanan.
5) Sifat-sifat yang perlu ada pada orang yang berjihad ialah:
a) ikhlas kepada Allah
b) tawakkal kepada Allah
c) sabar menempuh ujian pengorbanan
d) tekun.

Untuk mencapai darjat jihad yang sebenar adalah dengan pengorbanan yang membawa kepada hilangnya kepentingan dan hak untuk diri sendiri.Semangat jihad sepatutnya dipupuk dalam diri setiap individu muslim kerana:

a) mencapai kejayaan bukanlah mudah tetapi memerlukan pengorbanan. Besar kejayaan yang hendak dicapai, besar jugalah pengorbanan yang perlu dibuat.
b) sabar dan tabah untuk berkorban itu sendiri memerlukan semangat jihad.
c) orang yang paling disukai Allah ialah orang yang paling tinggi jihadnya.Ibni Mas'ud pernah bertanya kepada Rasulullah:" Apakah amal yang paling dikasihi Allah? Jawab baginda: Solat dalam waktunya. Kemudian? Kemudian jihad dijalan Allah." d) orang yang mempunyai semangat jihad itulah orang yang layak diajak sebagai teman atau pengikut dalam berjuang.